Breaking News
Loading...
Friday, 21 February 2014

Info Post
Sesungguhnya di dalam diri manusia ada segumpal darah (hati), apabila hati itu baik maka baik pula seluruh diri dan amal perbutan manusia dan apabila hati itu rusak maka rusaklah seluruh diri (amal perbuatan manusia tersebut). Ingatlah,ia adalah hati. (Shahih Bukhari dan Shahih Muslim dari Nu’man IbnBasyir ra) 
Pagi ini hari sangat cerah, Matahari tak segan menampakkan diri. Sinarnya yang kemerah - merahan tak sulit di pandangi mata, Hingga dedaunan yang terkena sinar pun tak luput dari pandangan mata ini. Sungguh kalau dipikir - pikir merupakan anugerah terindah manusia telah diberi sepasang mata untuk melihat dan merasakan kenikmatan dunia dengan segala isinya.
Kenikmatan itu nampak semakin membuat terasa ketika sadar bahwa penglihatan ini tak terhalang oleh seberapa luasnya alam sekalipun, kita masih bisa setidaknya melihat dengan sudut pandang 180 derajat. Bulan di malam hari juga bisa kita tatap dengan mata kita, Tapi apa jadinya bila kita tutup mata kita dengan sehelai daun saja?jangankan bulan, berjalanpun kita tak mampu karena tak bisa melihat. Dengan kata lain kita masih bisa melihat dunia yang luas meski ada yang menutupi dunia ini sekalipun, Saking luasnya. tapi kita tidak bisa melihat dunia yang luas ini ketika mata kita ada yang menutupi barang sekecil apapun.
Begitu juga dengan hati kita. Kalau mata penutupnya adalah benda, Maka hati penutupnya adalah penyakit hati. Ketika hidup kita tak pernah tenang boleh jadi ada penyakt dalam hati kita. Terlalu cinta pada dunia membuat kita lupa mengucap syukur meski dengan ucapan saja, Penyakit hati. Sering mengeluh ketika punya masalah membuat kita lupa bersyukur bahwa ada orang lain yang sebenarnya kondisinya lebih parah namun mereka tenang - tenang saja. Bukankah kita yang memvonis diri kita miskin sebenarnya masih lebih nyaman tidurnya dari pada Rasulullah yang semasa hidupnya tidur hanya beralas pada daun kurma?sampai ketika beliau bangun selalu ada bekas pada tubuhnya?Jangan lupa bersyukur, itu penyakit hati. Kita juga mungkin suka gelisah ketika ada teman kita yang sukses dan kita menjauhinya lantaran kita iri. Mengapa kita begini ya? Menyiksa diri sendiri dengan perasaan iri.
Mari bersama - sama bersihkan hati kita, Bisa jadi selama ini telah ada daun dalam hati kita. Daun yang menutupi dari melihat indahnya dunia. Mata mungkin bisa melihat kenikmatan dunia, tapi indahnya dunia hanya bisa dilihat dengan hati.
Salam Damai..

By : ErWe


0 comments:

Post a Comment