Breaking News
Loading...
Thursday, 20 February 2014

Info Post
Teringat sebuah kisah tentang seorang ahli ibadah yang sangat taat dan tidak pernah meninggalkan shalat selama hidupnya. Tak ada yang meragukan kesalihan dan ketaatannya pada sang pencipta, sama halnya juga dia yang tak pernah ragu bahwa apapun yang dia minta pasti dikabulkan oleh ALLAH SWT. Memang demikian janji Tuhan pada hambanya yang patuh pada perintahnya, Akan diberikan kebaikan bahkan dengan jalan yang tidak di duga - duga. Singkat cerita terjadilah sebuah banjir besar yang melanda desa tempat sang ahli ibadah itu tinggal. Semua orang lari terbirit - birit menyelamatkan diri mereka sendiri, lain halnya dengan sang ahli ibadah tersebut. Karena kealiman dan kesalihannya dia tidak bingung seperti orang - orang kebanyakan. Dia yakin bahwa ALLAH pasti akan menurunkan bantuan padanya, karena dia taat padaNYA. Air semakin lama sudah kian meninggi, semua orang sudah hampir meninnggalkan tempat itu dengan berbagai cara. Sementara sang ahli ibadah itu naik ke atas genting rumahnya sembari menunggu bantuan dari ALLAH datang padanya. Orang - orang heran dan mengajak sang ahli ibadah itu untuk menyelamatkan diri. Namun dia hanya bilang "tidak..saya masih menunggu bantuan dari Tuhan saya" begitu katanya yakin. Tak hanya satu dua orang yang mengajak menyelamatkan diri tapi jawabannya tetap sama, Dia masih menunggu bantuan dari ALLAH. Sampai - sampai helikopter didatangkan untuk menyelamatkan sang ahli ibadah itu dan jawabannya pun tetap sama. Alhasil air tambah meninggi sampai - sampai membuat sang ahli ibadah itu mati tenggelam, Maka di akhirat sang ahli ibadah itu pun protes pada Tuhan.
Tuhanku..aku sudah menaati semua perintahMU, begitu juga dengan sunnah rasulMU pun aku teladani. mengapa disaat aku butuh pertolonganMU malah Engkau acuh dan tidak menolongku? sang ahli ibadah mencecar dengan kesal. Maka Tuhan pun menjawab "hei fulan..Bukankah AKU sudah mengutus tetanggamu untuk mengajakmu menyelamatkan diri?Bukankah hal itu tidak hanya sekali AKU lakukan padamu?Sampai - sampai AKU kirimkan kamu helikopter untuk mengangkutmu?Tapi kamu saja yang tidak mau aku tolong". Mendengar itu sang ahli ibadah itu pun tertunduk malu di hadapan penciptanya.
Dari kisah itu mungkin kita juga sering bersikap serperti itu pada Tuhan. Kita berharap Tuhan turun tangan langsung memberikan sesuap nasi pada kita, malah kalau perlu Tuhan juga yang menyuapi. Bukankah aneh sekali teman - teman. Kita sulit sekali peka terhadap apa yang sebenarnya itu bantuan dari Tuhan. Dan itu terjadi hampir dalam semua sisi kehidupan kita, mulai dari mencari pekerjaan, sampai jodoh sekalipun. Mengapa kita begini?Mari sama - sama berproses ke jalan yang lebih lurus lagi.
Salam Damai...

By : ErWe

0 comments:

Post a Comment